Sabtu, 16 Mei 2009

DESAIN APLIKASI ANTARMUKA I/O

Suatu antar muka I/O terdiri dari sirkuit yang diperlukan untuk menghubungkan perangkat I/O ke bus komputer. Pada satu sisi antar muka kita memiliki sinyal bus untuk alamat, data, dan kontrol. Pada sisi yang lain kita memiliki jalur data dengan kontrol yang sesuai untuk mentransfer data antara antar muka dan perangkat I/O. Sisi ini disebut port, dan dapat diklasifikasikan sebagai port paralel dan serial. Port paralel mentransfer data dalam bentuk sejumlah bit, biasanya 8 atau 16, secara simultan ke atau dari perangkat tersebut. Port serial mentransmisikan dan menerima data satu bit tiap satu waktu. Komunikasi dengan bus sama untuk kedua format tersebut; konversi dari format paralel ke serial, dan sebaliknya, terjadi dalam sirkuit antar muka.

Dalam hal port paralel, koneksi antar perangkat dan komputer menggunakan konektor multiple pin dan kabel dengan banyak kawat, biasanya diatur dalam konfigurasi datar. Sirkuit pada kedua ujung relatif sederhana, karena tidak ada kebutuhan untuk mengkonversi antara format serial dan paralel. Pengaturan ini cocok untuk perangkat yang secara fisik dekat dengan komputer. Untuk jarak yang jauh, persoalan timing skew yang disebutkan sebelumnya membatasi kecepatan penggunaan data. Format serial lebih mudah dan cost effective dengan memerlukan kabel yang lebih panjang.

Sebelum membahas contoh sirkuit antar muka tertentu, marilah kita mengingat fungsi antar muka I/O. Suatu antar muka I/O melakukan hal berikut:

1. Menyediakan buffer penyimpanan untuk setidaknya satu word data (atau satu byte, dalam hal perangkat yang byteoriented)

2. Berisi flag status yang dapat diakses oleh prosesor untuk menentukan apakah buffer penuh (untuk input) atau kosong (untuk output)

3. Berisi sirkuit addressdecoding untuk menentukan kapan antar muka tersebut dialamati oleh prosesor

4. Menghasilkan sinyal timing yang sesuai yang diperlukan oleh skema kontrol bus

5. Melakukan konversi format yang mungkin diperlukan untuk mentransfer data antar bus dan perangkat I/O, seperti konversi paralelserial dalam port serial.

Uutuk memulai I/O, CPU me-load yang sesuai dengan device controller, memeriksa isi register untuk menentukan operasi yang akan dilakukan. Ada dua jenis operasi I/O yaitu : synchronous I/O dan asynchronous I/O. synchronous I/O adalah keadaan dimana kendali dikembalikan ke proses pengguna setelah proses I/O selesai dikerjakan. Sedangkan asynchronous I/O adalah keadaan dimana kendali dikembalikan ke proses pengguna tanpa menunggu proses I/O selesai dikerjakan sehingga proses I/O dan proses pengguna dapat dijalankan secara bersamaan.

DMA (Direct Memory Access) merupakan suatu metode penanganan I/O dimana device controller langsung berhubungan dengan memori tanpa campur tangan CPU. Setelah men-set buffer, pointers, dan counters untuk perangkat I/O, device controller mentransfer blok data langsung ke penyimpanan tanpa campur tangan CPU. DMA digunakan untuk perangkat I/O dengan kecepatan tinggi dan hanya memiliki satu interupsi tiap blok, berbeda dengan perangkat yang mempunyai kecepatan rendah dimana interupsi terjadi untuk tiap byte (word).

Semua interuksi I/O adalah intruksi privileged, yaitu interuksi yang hanya dapat dilakukan melalui OS (Operating System) dan OS dapat mencegah “request” ke I/O dengan melihat mode saat ini. OS menjaga supaya program user tidak dapat menjadi mode “monitor mode” untuk mencegar user menangani interrupt dengan mengubah alamat interrupt vektor dan mengubah status serta data pada “device table”.

Sekarang kita akan membahas aspek utama dalam desain antar muka dengan contoh praktis. Pertama-tama, kita mendeskripsikan sirkuit untuk port input 8bit dan port output 8bit. Kemudian kita menggabungkan dua sirkuit tersebut untuk menunjukkan bagaimana desain antar muka general purpose 8bit parallel port. Kita mengasumsikan bahwa sirkuit antar muka dihubungkan dengan prosesor 32bit yang menggunakan memory mapped I/O dan protokol bus asynchronous.

Gambar diatas menunjukkan komponen hardware yang diperlukan untuk menghubungkan keyboard ke prosesor. Keyboard biasa terdiri dari switch mekanik yang biasanya terbuka. Pada saat suatu tombol ditekan, switch tersebut menutup dan membentuk jalur untuk sinyal listrik. Sinyal ini dideteksi oleh sirkuit encoder yang menghasilkan kode ASCII untuk karakter yang sesuai. Suatu kesulitan dengan penggunaan pushbutton switch semacam itu adalah hubungan kontak pada saat suatu tombol ditekan. Sekalipun bouncing tersebut hanya terjadi selama satu atau dua milidetik, namun cukup lama bagi pengamatan komputer untuk menggangap penekanan tunggal suatu tombol sebagai beberapa event listrik yang berbeda; penekanan tunggal ini dapat diinterpretasikan secara salah seakan merupakan tombol yang ditekan dan dilepas secara cepat berulangkali. Efek bouncing tersebut harus dihilangkan. Kita dapat melakukannya dengan dua cara: Menyertakan sirkuit debouncing sederhana, atau menggunakan pendekatan software. Pada saat debouncing diterapkan pada software, routine I/O yang membaca karakter dari keyboard menunggu cukup lama untuk memastikan bahwa bouncing telah dikurangi. Gambar diatas mengilustrasikan pendekatan hardware; sirkuit debouncing disertakan sebagai bagian dari blok encoder.

Output encoder berisi bit yang menyatakan karakter yang terencode dan satu sinyal kontrol yang disebut Valid, yang mengindikasikan bahwa suatu tombol sedang ditekan. Informasi ini dikirim ke sirkuit antar muka, yang berisi register data, DATAIN, dan flag status, SIN. Pada saat suatu tombol ditekan, sinyal Valid berubah dari 0 ke 1, yang menyebabakan kode ASCII diload

kedalam DATAIN dan SIN diset ke 1. Flag status SIN dikosongkan ke 0 pada saat prosesor membaca isi register DATAIN. Sirkuit antar muka dihubungkan ke bus asynchronous dimana transfer dikontrol menggunakan sinyal handshake Masterready dan Slaveready. Jalur kontrol ketiga, R/ W membedakan transfer baca dan tulis.

Daftar Pustaka

Belajarkomputersekarang.wordpress.com

www.unhas.ac.id

www.geocities.com

Bertaburmimpi.blogspot.com

Tanggal 13 September 2008 Jam 21:49 WIB

Selasa, 21 April 2009

nawan's blog: DLL dan DML

nawan's blog: DLL dan DML

BAB I

PENDAHULUAN




  1. Latar Belakang Masalah

Data dan Informasi telah menjadi bagian vital dalam pertumbuhan bisnis. Saat ini data dan informasi pada umumnya disimpan dalam satu atau lebih database. Pada skala yang luas dan historis penyimpanan data disimpan dalam sebuah gudang data atau yang lebih dikenal dengan Datawarehouse. Data dan informasi tersebut dikelola oleh sistem khusus yang dikenal dengan Database Management System (DBMS).

DBMS tidak hanya berperan untuk menyimpan data ataupun informasi, tetapi juga dapat berperan besar dalam pengelolaan, manipulasi data, hingga usiness Intelegence. DBMS seperti SQL Server, MySQL, PostgreSQL, SQL*Plus ataupun Oracle, pada umumnya berkomunikasi dengan antarmuka aplikasi dengan menggunakan dua pendekatan yakni menggunakan SQL Statement dan Stored procedure.

Oracle merupakan slaah satu produk RDBMS (Relational Database Management System) yang paling dikenal saat ini. Salah satu program yang terdapat di Oracle adalah SQL*Plus. Walaupun mirip SQL berbeda dengan SQL*Plus. SQL adalah bahasa, sementara SQL*Plus adalah suatu program (binary executable file, SQLPLUSSW.exe di Windows). Kita bisa memakai kakas (executable file) lain untuk membuat program dalam bahasa SQL. Berikut rincian perbedaannya.

SQL

SQL*Plus

Sebuah bahasa

Sebuah kakas(development tool)

ANSI standard

Oracle propietary (tidak baku)


Operasi-operasi yang bisa di-run di SQL*Plus mencakup SQL operations (yang standar di Oracle), PL/SQL operations, dan SQL*Plus operations (yang tidak standar).

SQL*Plus berperan sebagai development tool dan instant manager (disebut server-manager, server di berarti instance). SQL*Plus berperan sebagai instance manager karena dari SQL*Plus kita dapat men-start dan stop instance.


  1. Rumusan Masalah

SQL Plus merupakan salah satu aplikasi yang bisa kita gunakan untuk melakukan administrasi database. Namun ada syarat yang musti dimiliki yaitu kemampuan untuk menggunakan query SQL. Berikut penulis jelaskan beberapa penggunaan query SQL. SQL ( Structured Query Language ) merupakan bahasa query yang digunakan untuk mengakses database relasional. SQL sekarang sudah menjadi bahasa database standard dan hampir semua sistem database memahaminya. SQL terdiri dari berbagai jenis statemen. Semuanya didesain agar dia memungkinkan untuk dapat secara interaktif berhubungan dengan database.

Penggunaan SQL pada DBMS ( Database Management System ) sudah cukup luas. SQL dapat dipakai oleh berbagai kalangan, misalnya DBA ( Database Administrator ), progammer ataupun pengguna. Hal ini disebabkan karena :

  1. SQL sebagai bahasa administrasi database

Dalam hal ini SQL dipakai oleh DBA untuk menciptakan serta mengendalikan pengaksesan database.

  1. SQL sebagai bahasa query interaktif

Pengguna dapat memberikan perintah-perintah untuk mengakses database yang sesuai dengan kebutuhannya.

  1. SQL sebagai bahasa pemrograman database

Pemrogram dapat menggunakan perintah-perintah SQL dalam program aplikasi yang dibuat.

  1. SQL sebagai bahasa klien/server

SQL juga dipakai sebagai untuk mengimplementasikan sistem klien/server. Sebuah klien dapat menjalankan suatu aplikasi yang mengakses database. Dalam hal ini sistem operasi antara server dan klien bisa berbeda.

Di samping hal tersebut diatas SQL juga diterapkan pada internet atau intranet untuk mengakses database melalui halaman-halaman web untuk mendukung konsep web dinamis.

Pernyataan SQL dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok DDL, DML, DCL, pengendali transaksi dan pengendali programatik.

  1. DDL ( Data Definition Language )

DDL merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut database, table, atribut (kolom), batasan-batasan terhadap suatu atribut serta hubungan antar table. Yang termasuk kelompok DDL ini adalah :

CREATE untuk menciptakan table ataupun indeks

ALTER untuk mengubah struktur table

DROP untuk menghapus table ataupun indeks

  1. DML ( Data Manipulation Language )

Adalah kelompok perintah yang berfungsi untuk memanipulasi data, misalnya untuk pengambilan, penyisipan pengubahan dan penghapusan data. Yang termasuk DML :adalah

SELECT memilih data

INSERT menambah data

DELETE menghapus data

UPDATE mengubah data

  1. DCL ( Data Control Language )

Berisi perintah-perintah untuk mngendalikan pengaksesan data. Yang termasuk DCL adalah :

GRANT memberikan kendali pada pengaksesan data.

REVOKE mencabut kemampuan pengaksesan data

LOCK TABLE mengunci table

  1. Pengendali transaksi

Adalah perintah-perintah yang berfungsi untuk mengendalikan pengeksekusian transaksi. Yang termasuk kelompok ini adalah :

COMMIT menyetujui rangkaian perintah yang berhubungan erat yang telah berhasil dilakukan

ROLLBACK membatalkan transaksi yang dilakukan karena adanya kesalahan atau kegagalan pada salah satu rangkaian perintah.

  1. Batasan Masalah

Dengan menggunakan Oracle dengan program SQL*Plus beserta perintah-perintah yang terdapat didalamnya, sebagaimana yang telah dipelajari dalam mata kuliah praktikum basis data II maka diharapkan persoalan atau kasus yang diberikan dapat dipercahkan dan menghasilkan hasil akhir yang sesuai harapan.

Adapun tujuan dari latihan ini, diharapkan selain dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi, juga dapat menambah kemampuan untuk menguasai Oracle, khususnya program SQL*Plus.

Sedangkan kasus atau permasalahan yang diberikan adalah penentuan kuadran suatu titik P(x,y). Dengan membuat blok PL/SQL yang dapat menentukan kuadran dari titik yang dimasukkan. Keterangan untuk penentuan kuadran dari suatu titik P(x, y) di dalam bidang kartesian adalah sebagai berikut :

Kuadran

Nilai X

Nilai Y

I

Positif

Positif

II

Negatif

Positif

III

Negatif

Negatif

IV

Positif

Negatif


Sebagai catatan jika x dan y bernilai 0, titik tersebut tidak terdapat pada kuadran manapun melainkan berada di garis sumbu koordinat yaitu P(0,0).




BAB II

TINJAUAN PUSTAKA




  1. Tinjauan Pustaka

Secara sederhana database (basis data) dapat diungkapkan sebagai suatu pengorganisasian data dengan bantuan komputer yang yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah dan cepat. Dalam hal ini, pengertian akses dapat mencakup pemerolehan data maupun pemanipulasian data, seperti menambah dan menghapus data.

Manfaat database banyak dijumpai disekeliling kita. ATM (Anjungan Tunai Mandiri) merupakan sebuah contoh teknologi informasi yang pada dasarnya memanfaatkan database. Aplikasi database yang lain dapat dijumpai pada toko-toko swalayan, perpustakaan, bahkan pada internet.

DBMS singkatan dari DataBase Management System. DBMS merupakan perangkat lunak atau program komputer yang dirancang secara khusus untuk memudahkan pengelolaan database. Salah satu macam DBMS yang populer dewasa ini berupa RDBMS (Relational DataBase Management System), yang menggunakan model basis data relasional atau dalam bentuk table-tabel yang saling terhubungkan.

Oracle merupakan slaah satu produk RDBMS (Relational Database Management System) yang paling dikenal saat ini. Salah satu program yang terdapat di Oracle adalah SQL*Plus. Walaupun mirip SQL berbeda dengan SQL*Plus. SQL adalah bahasa, sementara SQL*Plus adalah suatu program (binary executable file, SQLPLUSSW.exe di Windows). Kita bisa memakai kakas (executable file) lain untuk membuat program dalam bahasa SQL. Berikut rincian perbedaannya.

SQL

SQL*Plus

Sebuah bahasa

Sebuah kakas(development tool)

ANSI standard

Oracle propietary (tidak baku)


Operasi-operasi yang bisa di-run di SQL*Plus mencakup SQL operations (yang standar di Oracle), PL/SQL operations, dan SQL*Plus operations (yang tidak standar).

SQL*Plus berperan sebagai development tool dan instant manager (disebut server-manager, server di berarti instance). SQL*Plus berperan sebagai instance manager karena dari SQL*Plus kita dapat men-start dan stop instance.


  1. Landasan Teori

Database bisa dianggap sebagai kumpulan dari berbagai informasi yang diatur sedemikian rupa dan disimpan pada media tertentu agar informasi tersebut dapat dimanfaatkan/diambil kembali. Ada tiga macam pembagian pada sistem Database :

    1. Operasi kerja database

    2. Bagian-bagian atau komponen sistem database

    3. Konfigurasi sistem database

Pembagian berdasarkan operasi kerja meliputi

  1. Penyimpanan

  2. Pengolahan

  3. Pembacaan kembali

Penyimpanan digunakan untuk memasukkan data-data tertentu ke dalam database. Penyimpanan ini bisa berarti memasukkan data baru atau mengubah data yang lama. Data yang disimpan ke dalam database bisa berupa data mentah (data-data yang belum mengalami pengolahan), atau data-data yang siap digunakan (sudah mengalami pengolahan terlebih dahulu). Bentuk yang pertama memungkinkan proses penyimpanan menjadi sederhana, karena dari data asli langsung dimasukkan ke database. Selain itu, seluruh data asli masih kelihatan (tersedia) yang memungkinkan dilakukan pengolahan sesuai dengan kebutuhan. Bahkan jika kebutuhannya berubah, cukup dilakukan perubahan pada prosesnya, bukan pada datanya. Namun ini membawa konsekuensi, setiap kali diinginkan hasil akhirnya, harus selalu dilakukan pengolahan data.

Bentuk yang kedua adalah dari data aslinya, sebelum dilakukan penyimpanan ke database, data asli tersebut diolah terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil akhir. Setelah itu baru disimpan ke database. Cara ini mempercepat proses secara keseluruhan, karena pada saat memasukkan data, meskipun dilakukan pengolahan awal, datanya biasanya sedikit-sedikit sehingga tidak terasa.

Sedangkan saat membaca hasil akhirnya, cukup dilakukan pembacaan langsung dari tabel yang jelas mempercepat proses. Namun cara ini akan banyak menghilangkan data-data aslinya, dan setiap terjadi perubahan sistem, akan banyak mengalami kesulitan.

Untuk penerapan yang sesungguhnya, dapat dipertimbangkan untuk menggabungkan antara kedua cara tersebut. Misalkan jika ada data aslinya yang memang suatu saat tidak akan pernah digunakan lagi, dapat langsung diolah. Kemudian jika dianggap proses yang akan dilakukan tidak memerlukan waktu yang cukup panjang, sebaiknya data disimpan apa adanya, dengan proses dilakukan di belakang. Bisa juga digunakan data perantara, artinya dari data asli diolah sedikit untuk mendapatkan data pertengahan baru disimpan ke database. Ini akan sangat menghemat waktu.

Bagian Pengolahan digunakan untuk mendapatkan suatu informasi sesuai dengan yang diinginkan dari data aslinya. Ambil contoh data asli mengenai mahasiswa, pengolahan/proses yang bisa dilakukan misalnya menghitung jumlah total mahasiswa, atau berdasar jurusan, kelas dan sebagainya. Proses pengolahan ini bisa dilakukan di awal sebelum data disimpan, bisa pada saat membaca hasil akhir, dapat juga dari data yang sudah disimpan di dalam database diambil kembali untuk diolah kemudian disimpan kembali.

Pembacaan kembali digunakan untuk mengambil data yang ada di dalam data base untuk diolah, kemudian disimpan kembali atau dibuat laporannya. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pada saat pengambilan, antara lain, mengambil seluruh isi dari sebuah tabel database, atau gabungan dari beberapa tabel database. Ini biasanya untuk ditampilkan dalam bentuk tabel. Bisa juga mengambil sebagian dari isi tabel (dengan difilter/diambil dengan kriteria tertentu), atau hanya mengambil satu baris data saja. Semua itu tergantung dari proses atau hasil yang ingin dilakukan. Bagian-bagian atau komponen dari suatu sistem database secara umum meliputi :

  1. File database/media simpan (DF)

  2. Program/mesin pengolah database (Database Engine, DE)

  3. Program aplikasi (AP)

Suatu program aplikasi, saat melakukan operasi dengan database, harus melewati/menggunakan database engine. Perintah-perintah dari program aplikasi seperti membuat tabel, membuka tabel, membaca isi tabel dan sebagainya. Perintah-perintah ini diteruskan ke database engine untuk diolah lebih lanjut. Database engine bertanggung jawab untuk melakukan operasi pada file database secara fisik, misalkan suatu tabel/isi tabel disimpan pada disk yang mana dan di mana lokasinya. Suatu data pada saat disimpan ke disk, format datanya seperti apa. Dan seterusnya.

Bahasa yang digunakan dari program aplikasi ke database engine hampir sama untuk setiap jenis database, terutama jika menggunakan perintah SQL. Sedangkan database engine harus selalu sesuai untuk setiap jenis database yang digunakan. Konfigurasi dari sistem database meliputi :

  1. Database lokal

  2. Database file server

  3. Database client server

Jika file database, database engine dan program aplikasi terletak pada komputer yang sama, maka konfigurasi ini disebut dengan database lokal. Jika program aplikasi dan database engine terletak pada satu komputer, tetapi file database terletak pada komputer lain, dan terhubung dalam jaringan, maka konfigurasi ini disebut dengan database file server. Sedangkan jika file database dan database engine terletak pada satu komputer dan program aplikasi terletak pada komputer lainnya, maka ini disebut dengan database client server. Konfigurasi database lokal memiliki konfigurasi yang paling sederhana, paling murah dan paling cepat. Tetapi jelas, jenis ini tidak dapat digunakan dalam mode multi-user atau dalam suatu jaringan.

Database file server memperbaiki fungsi database lokal dengan memungkinkan adanya mode multi-user atau kerja dalam suatu jaringan. Selain itu, server yang digunakan tidak terlalu berat, karena hanya digunakan untuk menampung file database saja. Karena database engine terpisah jauh dengan file database, menyebabkan lalu-lintas jaringan menjadi relatif padat dan ujung-ujungnya sistem menjadi cukup lambat.

Database client server memperbaiki keduanya, yaitu dengan menawarkan mode multi-user, kerja jaringan dan akses yang cepat. Berhubung server harus menyimpan file database dan database engine, maka kerja server menjadi sangat berat. Karena itu, kinerja sistem database client server sangat ditentukan oleh kemampuan dari komputer server dan oleh kompleksitas dari database engine.

Dilihat dari cara penyimpanan/representasi data dalam database, dapat dibagi menjadi dua struktur database, database berbasis relasi (relational database) dan database berbasis obyek (object oriented database). Khusus untuk Oracle, struktur yang digunakan adalah berbasis relasi dan juga obyek. Artinya, Oracle dapat dipandang sebagai database relasi biasa, tetapi dapat juga dapat diperlakukan sebagai database obyek. Dalam hal ini, data-data yang disimpan ke dalam database Oracle bisa dalam bentuk object. Misalkan data-data object untuk penyimpanan multimedia.

Secara gampang, database relasi adalah database yang bekerja berdasarkan penyimpanan data dalam bentuk tabel dengan susunan baris dan kolom, dan antara satu tabel dengan tabel lainnya dapat saling dihubungkan/direlasikan. Sedangkan database yang berbasis obyek adalah, setiap data yang ada dianggap sebagai benda, sedangkan setiap benda sangat terkait dengan bendabenda lainnya yang terhubung seperti hirarki suatu keluarga (ada induk/orang tua/leluhur, dan ada anak/keturunan).

SQL Plus merupakan salah satu aplikasi yang bisa kita gunakan untuk melakukan administrasi database. Namun ada syarat yang musti dimiliki yaitu kemampuan untuk menggunakan query SQL. Berikut penulis jelaskan beberapa penggunaan query SQL. SQL ( Structured Query Language ) merupakan bahasa query yang digunakan untuk mengakses database relasional. SQL sekarang sudah menjadi bahasa database standard dan hampir semua sistem database memahaminya. SQL terdiri dari berbagai jenis statemen. Semuanya didesain agar dia memungkinkan untuk dapat secara interaktif berhubungan dengan database.

Penggunaan SQL pada DBMS ( Database Management System ) sudah cukup luas. SQL dapat dipakai oleh berbagai kalangan, misalnya DBA ( Database Administrator ), progammer ataupun pengguna. Hal ini disebabkan karena :

  1. SQL sebagai bahasa administrasi database

Dalam hal ini SQL dipakai oleh DBA untuk menciptakan serta mengendalikan pengaksesan database.

  1. SQL sebagai bahasa query interaktif

Pengguna dapat memberikan perintah-perintah untuk mengakses database yang sesuai dengan kebutuhannya.

  1. SQL sebagai bahasa pemrograman database

Pemrogram dapat menggunakan perintah-perintah SQL dalam program aplikasi yang dibuat.

  1. SQL sebagai bahasa klien/server

SQL juga dipakai sebagai untuk mengimplementasikan sistem klien/server. Sebuah klien dapat menjalankan suatu aplikasi yang mengakses database. Dalam hal ini sistem operasi antara server dan klien bisa berbeda.

Di samping hal tersebut diatas SQL juga diterapkan pada internet atau intranet untuk mengakses database melalui halaman-halaman web untuk mendukung konsep web dinamis.

Pernyataan SQL dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok DDL, DML, DCL, pengendali transaksi dan pengendali programatik.

  1. DDL ( Data Definition Language )

DDL merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut database, table, atribut (kolom), batasan-batasan terhadap suatu atribut serta hubungan antar table. Yang termasuk kelompok DDL ini adalah :

CREATE untuk menciptakan table ataupun indeks

ALTER untuk mengubah struktur table

DROP untuk menghapus table ataupun indeks

  1. DML ( Data Manipulation Language )

Adalah kelompok perintah yang berfungsi untuk memanipulasi data, misalnya untuk pengambilan, penyisipan pengubahan dan penghapusan data. Yang termasuk DML :adalah

SELECT memilih data

INSERT menambah data

DELETE menghapus data

UPDATE mengubah data

  1. DCL ( Data Control Language )

Berisi perintah-perintah untuk mngendalikan pengaksesan data. Yang termasuk DCL adalah :

GRANT memberikan kendali pada pengaksesan data.

REVOKE mencabut kemampuan pengaksesan data

LOCK TABLE mengunci table

  1. Pengendali transaksi

Adalah perintah-perintah yang berfungsi untuk mengendalikan pengeksekusian transaksi. Yang termasuk kelompok ini adalah :

COMMIT menyetujui rangkaian perintah yang berhubungan erat yang telah berhasil dilakukan

ROLLBACK membatalkan transaksi yang dilakukan karena adanya kesalahan atau kegagalan pada salah satu rangkaian perintah.



BAB III

ANALISA dan PERANCANGAN




  1. Aanalisis

Dalam mata pelajaran atau mata kuliah matematika pada sub bab Trigonometri khususnya tentang diagram kartesius atau diagram kartesian, kita mengetahui bahwa dalam lingkarang atau sudut 3600 dibagi menjadi 4 kuadran. Untuk menentukan suatu titik, kita misalkan titik P(x,y) maka kita harus mengetahui terlebih dahulu batasan tiap-tiap kuadran. Adapun batasan tersebut adalah sebagai berikut :

Kuadran

Nilai X

Nilai Y

I

X >0

Y>0

II

X<0

Y>0

III

X<0

Y<0

IV

X>0

Y<0


Setelah mengetahui batasan tiap-tiap kuadran maka kita tinggal menggambarkan titik yang akan kita cari dan kita dapat mengetahui di kuadran berapakan titik P(x,y).

Akan tetapi kita masih memdapat kesulitan, bagaimana jika titik P terletak pada koordiniat P(0,0). Padahal dalam batasan untuk tiap-tiap kuadran nilai x dan y harus lebih besar atau lebih kecil dari 0 (nol). Jika kasus seperti ini terjadi maka titik P terletak pada garis sumbu koordiniat dan bukan terletak pada kuadran.

Dengan menggunakan bantuan Oracle dengan program SQL*Plus dan dasar teori Trigonometri tentang diagram kartesian atau kartesius diatas maka kita akan membuat program yang dapat mencari kuadran titik dari suatu kordinat P(x,y).


  1. Sintaks Program

declare

x integer;

y integer;

k varchar2(30);

begin

x:= -1;

y:= 2;

if x = 0 and y = 0 then

k :='Garis sumbu koordinat';

elsif x > 0 and y > 0 then

k := 'Kuadran I';

elsif x <> 0 then

k := 'Kuadran II';

elsif x <>

k := 'Kuadran III';

else

k := 'Kuadran IV';

end if;

dbms_output.put_line('P('||to_char(x)||','||

to_char(y)||') berada di '||initcap(k));

end;

/











BAB IV

IMPLEMENTASI HASIL dan PEMBAHASAN




  1. Implementasi Hasil

Untuk membuat programnya maka terlebih dahulu kita harus mendeklarasikan dahulu variabel-variabel yang digunakan. Setelah semua variabel dideklarisikan maka titik koordinat dari titik yang akan dicari harus didefiniskan. Misalkan untuk pendeklarasian dan penetuan dari titik koordinat P(x,y) adalah sebagai berikut :

declare

x integer;

y integer;

k varchar2(30);

begin

x:= -1;

y:= 2;

selanjutnya dibuat suatu perintah yang digunakan untuk mencari letak titik P(x,y) berada pada kuadran berapa ataukah berada pada baris sumbu koordinat. Perintah yang kita gunakan dalam penentuan titik kudran dari titik P(x,y) adalah percabangan. Percabangan adalah sebuah pemilihan yang didasarkan atas kondisi tertentu. Sebuah atau beberapa statemen yang terdapat pada badan percabangan hanya akan dieksekusi jika kondisi yang didefinisikan bernilai TRUE. Sebaliknya jika kondisi tersebut bernilai FALSE, badan percabangan tidak akan pernah dieksekusi karena semua kondisi yang terdapat pada badan percabangan selalu diperiksa pada saat awal.

Untuk percabangannya kita menggunakan percabangan Struktur Tiga Kondisi atau Lebih. Sintak umum untuk pembuatan badan percabangan yang mempunyai tiga kondisi atau lebih dapat anda lihat seperti berikut :

IF kondisi_1 THEN

Statemen_1;

ELSIF kondisi_2 THEN

Statemen_2;

ELSE

Statemen_3;

END IF;

Sintak diatas menunjukkan bahwa mula-mula dilakukan pengecekan nilai terhadap kondisi_1. Jika kondisi_1 bernilai TRUE, statemen_1 yang akan dieksekusi. Tetapi jika tidak, akan dilakukan pengecekan terhadap kondisi_2. Jika kondisi_2 bernilai TRUE, statemen_2 yang akan dieksekusi, tetapi jika kondisi_2 juga masih bernilai FALSE, berarti yang akan dieksekusi adalah statemen_3.

Terakhir kita tinggal menentukan hasil output atau keluaran hasil yang kita inginkan dan dengan sintaks program yang telah kita tuliskan pada bab sebelumnya maka kita akan memperoleh keluaran atau hasil akhir sebagai berikut :

P(-1,2) berada di Kuadran II


  1. Pembahasan

Sebelum memulai mengerjakan program, terlebih dahulu kita harus memahami konsep atau dasar dari soal atau kasus beserta cara pemencahan masalahan agar kita dapat membuat dan menentukan program yang sesuai untuk permasalahan yang dihadapi.

Disamping memahami konsep dan dasar dari permasalah yang dihadapi, keahlian dalam penggunaan program yang akan digunakan juga saat penting, karena tanpa pemahaman yang cukup maka kita akan kesulitan untuk menuliskan permasalahan kedalam suatu program.

Sedangkan pada sintak diatas, nilai X yang didefinisikan adalah -1 dan nilai Y yang didefinisikan adalah 2. Karena pada program diatas menggunakan prinsip percabangan maka harus dilakukan pengecekan untuk tiap cabangnya sampai semua kondisi yang ditentukan dipenuhi atau semua cabang sudah dilakukan pengecekan. Mula-mula akan diperiksa kondisi X = 0 dan Y = 0. Karena -1 dan 2 tidak sama dengan 0, maka dilakukan pengecekan terhadap kondisi berikutnya yaitu X > 0 dan Y >0. Oleh karena -1 dan 2 juga karena salah satu statement tidak terpenuhi maka dilakukan pengecekan terhadap kondisi berikutnya.

Karena nilai -1 lebih kecil dari 0 dan 2 lebih besar dari 0 maka statement pada kondisi ini dieksekusi karena kedua kondisi yang diberikan telah terpenuhi. Setelah kondisi terpenuhi maka proses pengecekan pada kondisi-kondisi selanjutnya dihentikan yang kemudian akan dilanjutkan pada perintah selanjutnya.