Selasa, 21 April 2009


BASIS DATA ( DATABASE )



  1. DEFINISI DATABASE

Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Database atau basis data terbentuk dari sekelompok data-data yang memiliki jenis/sifat sama. Contohnya : data mahasiswa, data dosen, dll. Demikian juga, kumpulan dari data-data mahasiswa, data-data dosen, data-data keuangan dan lainnya dapat dikumpulkan lagi menjadi kelompok besar, misalkan data-data politeknik elektronika.

DBMS (Database Management System) adalah Perangkat Lunak yang menangani semua pengaksesan ke basis data

Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan (relasi). Relasi biasanya ditunjukan dengan kunci dari tiap file yang ada. Dalam satu file terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan direkam dalam satu record.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :

  1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.

  2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.

  3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.

  4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah

  5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.

Prinsip utama basis data adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan dalam pengambilan data kembali. Adapun Tujuan basis data diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Efisiensi meliputi speed, space dan accurancy.

  2. Menangani data dalam jumlah besar.

  3. Kebersamaan pemakaian (Sharebility).

  4. Meniadakan duplikasi dan inkonsistensi data.


  1. TUJUAN PEMBUATAN DATABASE

Sistem database pada dasarnya adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya untuk memelihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia pada saat diperlukan. Operasi-Operasi Yang Dapat Dilakukan Pada Database : menambahkan file ke sistem database, menyisipkan data ke dalam suatu file, mengambil data dari suatu file, mengubah data pada suatu file, menghapus data dari suatu file, menyajikan informasi dari suatu atau sejumlah file, mengosongkan file.

Kegunaan utama sistem basis data adalah agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan abstraksi dari data. Bayangan mengenai data tidak lagi memperhatikan kondisi sesungguhnya bagaimana satu data masuk ke database disimpan dalam sektor mana, tetapi menyangkut secara menyeluruh bagaimana data tersebut dapat diabstraksikan mengenai kondisi yang dihadapi oleh pemakai sehari-hari. Sistem yang sesungguhnya, tentang teknis bagaimana data disimpan dan dipelihara seakan-akan disembunyikan kerumitannya dan kemudian diungkapkan dalam bahasa dan gambar yang mudah dimengerti oleh orang awam.
Ada tiga kelompok pemakai dalam tingkatan abstraksi saat memandang suatu database, yaitu :

      1. Level Fisik : Level ini merupakan level abstraksi paling rendah karena menggambarkan bagaimana data disimpan dalam kondisi sebenarnya.

      2. Level Konseptual : Level ini menggambarkan data apa yang disimpan dalam database dan hubungan relasi yang terjadi antara data dari keseluruhan database. Pemakai tidak memperdulikan kerumitan dalam struktur level fisik lagi, penggambaran cukup dengan memakai kotak, garis,dan hubungan secukupnya.

      3. Level Pandangan Pemakai (View level) : Level ini merupakan level abstraksi data tertinggi yang menggambarkan hanya sebagian saja yang dilihat dan dipakai dari keseluruhan database, hal ini disebabkan beberapa pemakai database tidak membutuhkan semua isi database.


  1. MANFAAT DATABASE

Sistem manajemen database dapat diartikan sebagai suatu program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memanipulasi dan memperoleh data dengan praktis dan efisien. Adapun manfaat dari penggunaan database diantaranya adalah :

        1. Meningkatkan integritas data, dimana data selalu dalam keadaan valid; hal ini hanya dapat terjadi bila data hanya berada dalam satu tempat,

        2. Adanya independensi data, sifat yang memungkinkan perubahan struktur file tidak mempengaruhi program dan sebaliknya; juga dapat berarti bahwa data bersifat tidak bergantung pada data lain,

        3. Adanya sekuritas data, yang bermanfaat untuk menghindari pengaksesan data oleh yang tidak berhak,

        4. Penggunaan data menjadi lebih mudah, dimana pada umumnya sistem manajemen database (DataBase Management System = DBMS) menyediakan fasilitas query yang memudahkan user untuk memperoleh informasi.

        5. Terkontrolnya kerangkapan data. Dalam basis data hanya mencantumkan satu kali saja field yang sama yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang memerlukannya.

        6. Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data, Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan

        7. Dapat dipakai secara bersama (shared), Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.

        8. Diterapkan standarisasi, Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.

        9. Data terjamin, DBA dapat memberikan batasan-batasan pengaksesan data, misalnya dengan memberikan password dan pemberian hak akses bagi pemakai (misal : modify, delete, insert, retrieve)

        10. Integritas data, Jika kerangkapan data dikontrol dan kekonsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat.

        11. Keseimbangan (keselarasan) antara kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi. Struktur basis data diatur sedemikian rupa sehingga dapat melayani pengaksesan data dengan cepat

        12. Independence (kemandirian data)

  1. KEKANGAN DALAM DATABASE

      1. Data Redundancy

Pada file manual sering terjadi penyimpanan data yang sama pada lokasi yang terpisah (cross location) tidak dapat dihubungkan, kalaupun dapat hanya dihubungkan dengan petunjuk silang (cross reference). Data yang terpisah selain memakan banyak tempat, juga sukar diremajakan (up-date) sekaligus secara bersamaan. Permasalahan yang timbul dapat dilihat pada kasus berikut.

    1. Kapuas Pontianak Bank, Pontianak, Kalimantan Barat, mempunyai kegiatan pelayanan nasabah dalam hal rekening tabungan, rekening cek, dan pinjaman. Yang pertama menggunakan otomatisasi sistem transaksi adalah rekening tabungan. Waktu itu bank membeli paket perangkat lunak komersial yang khusus didesain untuk institusi tabungan. Mereka tidak memakai sistem DBMS tetapi sistem file tradisonal. Sesudah dua tahun kegiatan tabungan otomatisasi, bank mulai mengotomatisasikan juga kegiatan deposito dan kegiatan peminjaman dengan membeli perangkat lunak dari perusahaan penjual yang sama. Masing-masing sistem berdiri sendiri-sendiri. Tidak lebih dari satu file yang dapat digunakan pada waktu bersamaan, dan juga tidak mungkin membuat hubungan antara data tersebut. Karena sistem berdiri sendiri-sendiri, maka masing-masing file berisikan data yang berlebihan (redundancy) satu sama lain. Nama nasabah, alamat, nomor telepon, dan nomor kartu penduduk terdapat tiga file bersangkutan. Karena itu, bila nasabah menggunakan layanan ketiga sistem tersebut, maka dua data dari beberapa file tersebut adalah redundancy.

    2. Duplikasi data, data yang sama disimpan dalam beberapa file. Karena file-file dan program aplikasi disusun oleh programmer yang berbeda, sejumlah informasi mungkin memiliki duplikasi dalam beberapa file. Sebagai contoh nama mata kuliah dan sks dari mahasiswa dapat muncul pada suatu file memiliki record-record mahasiswa dan juga pada suatu file yang terdiri dari record-record mata kuliah. Kerangkapan data seperti ini dapat menyebabkan pemborosan tempat penyimpanan dan biaya akases yang bertambah. Disamping itu dapat terjadi inkonsistensi data. Misalnya, apabila terjadi perubahan jumlah sks mata kuliah, sedangkan perubahan hanya diperbaiki pada file mata kuliah dan tidak diperbaiki pada file mahasiswa. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan dalam laporan nilai mahasiswa.

      1. Data Inconsistency

Duplikasi data akan mengakibatkan data menjadi tidak konsisten. Inkonsistensi data (data tidak konsisten) terjadi dikarenakan bila terjadi perubahan terhadap data maka data harus dirubah dibeberapa tempat, hal ini tentunya tidak efisien.

      1. Data Terisolir (Isolation Data)

Karena data tersebar dalam berbagai file, dan file-file mungkin dalam format format yang berbeda, akan sulit menuliskan program aplikasi baru untuk mengambil data yang sesuai.

      1. Data Integrity

Basis data berisi file yang saling berhubungan, masalah utama adalah bagaimana kaitan antar file tersebut terjadi meski diketahui bahwa file A terkait dengan file B, namun secara teknis ada field yang mengaitkan kedua file tersebut oleh karena itu field kunci tidak dapat diabaikan dalam merancang suatu basis data.



Aturan keintegritasan data :

      1. Entity integrity

Nilai atribut primary key tidak boleh null (tidak dikenal)

Contoh:

PEGAWAI(NIP,Nama,Alm,Gaji,KdDiv)

NIP sebagai primary key tidak boleh bernilai null atau kosong atau tidak dikenal.

      1. Referential integrity

Nilai atribut foreign key harus sssuai dengan nilai atribut rujukan (primary key) pada relasi lain.

Contoh:

PEGAWAI(NIP,Nama,Alm,Gaji,KdDiv)

DIVISI(KdDiv,Ket,Lokasi)

Atribut KdDiv sebagai foreign key pada relasi PEGAWAI Harus mempunyai nilai yang sesuai dengan rujukannya atribut KdDiv pada DIVISI.

      1. Entity participation

Keharusan/ketidakharusan adanya keanggotaan dari suatu relationship, pada saat perancangan database.

      1. Domain constraint

Domain merupakan sekumpulan nilai yang diizinkan untuk satu atau lebih dari satu atribut.

      1. Enterprise constraint

Aturan yang dispesifikasikan oleh DBA atau pemakai.




      1. Data Security

Yang dimasud dengan data security adalah suatu cara pengaman data bari berbagai gangguan, seperti pencurian data, perubahan data, pengerusakan data, dll.

Berikut ini adalah beberapa cara pengaman data dari sekian banyak cara pengaman data yang bisa dilakukan. Pada contoh dibawah ini akan diberikan contoh pengaman data pada Oracle, yaitu :

  1. Grant security (system privilege dan object privilege)

Oracle grant security terdiri dari system privilege dan object privilege. System privilege memberikan hak akses kepada user untuk mengatur dan mengelola sistem database Oracle. Terdapat sekitar 80 system privilege yang ada di Oracle.

contoh :

sql> grant create any cluster to customer_role;

sql> grant select any table to fred;

sql> grant create any table to public;

sql> grant create tablespace to dba_role;

Object privilege merupakan hak akses yang diberikan kepada user untuk melakukan beberapa operasi pada beberapa objek database seperti; tabel, view, sequence, atau procedure.

contoh :

sql> grant select, insert on customer to fred, mary, joe;

sql> grant insert on order_table to update_role;

sql> grant all on customer to fred;

sql> grant select on customer_view to mary;



  1. Role-based grant security

Role-based grant security pada dasarnya adalah kumpulan dari beberapa privilege yang dikumpulkan menjadi satu. Ini merupakan salah satu cara untuk memudahkan dalam pemberian hak akses kepada user.

contoh :

sql> create role system_admin;

sql> grant select, update on customer to system_admin;

sql> grant select on item_table to system_admin;

sql> grant system_admin to user 1, user 2, user 3;

  1. Grant execute security

Oracle menyediakan kemampuan untuk membuat hak akses dengan menciptakan suatu program tertentu melalui store procedure dan bahasa PL/SQL.

Secara spesifik sdministrator dapat berkreasi dalam membuat hak akses user. Secara keseluruhan grant execute security memiliki cukup perbedaan dengan traditional grant security yang telah dibahas sebelumnya.











DAFTAR PUSTAKA



dotnet.netindonesia.net/?0::756 – 5

kpjaya.files.wordpress.com/2007/03/baran-2006.pdf

lecturer.eepis-its.edu/~tessy/lecturenotes/db1/Bab1.pd osen.stieperbanas.ac.id/user/99070/bahan/Kuliah1-sim.doc

pti.stis.ac.id/wp-content/uploads/2007/12/pertemuan-06-07.pp

www.master.web.id/mwmag/issue/04/content/fokus/fokus.html - 52k

www.cert.or.id/~budi/courses/el695/projects/dian.doc

www.cs.ui.ac.id/WebKuliah/citra/2005/citra13.ppt

www.hilman.net/security.html - 23k

www.mti.ugm.ac.id/~adji/courses/resources/career/Thesis1-53.do

Tidak ada komentar:

Posting Komentar